20+ Contoh Kumpulan Puisi Terkeren Sepanjang Waktu
14.25
Add Comment
Kumpulan Puisi Terkeren - Hai,apa kabarnya sahabat pembaca semua,semoga dalam keadaan sehat ya. Pada kesempatan kali ini penulis akan memberikan contoh puisi yang mungkin sahabat pembaca semua lagi mencari refrensi. Yuk kita simak puisi dibawah ini;
![]() |
| 20+ Contoh Kumpulan Puisi Terkeren Sepanjang Waktu |
baca juga:
Dongeng Tentang Petualangan Sinbad
20 + Kumpulan Contoh Puisi Cinta LDR Dengan Pacar
20 + Kumpulan Kata-Kata Paling Sedih
FILSUF TANGGAL TUADongeng Tentang Petualangan Sinbad
20 + Kumpulan Contoh Puisi Cinta LDR Dengan Pacar
20 + Kumpulan Kata-Kata Paling Sedih
Tatkala tanggal semakin tua
pegawai rendahan seperti saya
mendadak jadi filsuf
memikirkan banyak hal
terutama tentang misteri besar:
mengapa gaji tak betah lama-lama di dalam rekening?
mungkinkah rekening adalah zona nyaman
sehingga gaji yang makin dewasa usianya itu
ingin segera meninggalkan zona yang katanya
bisa membuat kita mandek dalam berkembang?
Beberapa dari kita mendadak jadi Diogenes dari Sinope yang antikemapanan
yang sengaja ingin menjadi orang paling menderita dalam sejarah peradaban
dengan sedikit variasi atas yang pernah ia lakukan:
tentu Filsuf Yunani kuno itu belum kenal mie instan.
Menyeruput kuah bertaburan bumbu koya
kita memikirkan hari depan:
apa cincin kawin itu kita tukar saja dengan beras?
bukankah menghindarkan kekasih dari busung lapar
lebih pantas disebut tanda cinta
ketimbang logam yang melingkar di jemarinya?
Astaga, diri seolah menemukan teori muktahir
bawasanya lapar dan kemiskinan mampu
melahirkan khazanah pemikiran baru!
Ide-ide brilian nampaknya selalu lahir
dari pemikir yang mengesampingkan makan
atau memang tak punya apa-apa lagi untuk dimakan
seperti Sir Isaac Newton yang ketiban apel saat leyeh-leyeh kelaparan
sehingga menemukan teori gravitasi
seperti Albert Einstein yang menemukan E=mc2
saat membayangkan pilus atau kacang atom.
Pemenang pun nampaknya begitu
buktinya anakku
saat dia main game dan ibunya menyuruhnya makan
dia selalu berteriak:
“Ntar dulu, Ma! Nanggung! Ntar kalah nih!”
Setelah menang, dia baru makan dengan lahapnya
seolah kemenangan itu adalah buah dari kelaparan.
Maka, tak usahlah kita melulu merencanakan makan apa
cobalah sekali-kali kita berencana untuk lapar dan dahaga
meski sebenarnya setiap tanggal tua
mereka memang selalu datang tanpa suatu rencana
atau jika ingin lebih religius
ya kita niatkan saja ini sebagai puasa.
======
Aku Tangga Daruratmu
Aku hanya tangga darurat
tatkala lift asmaramu dengannya sedang macet
Sakit
tapi tak apa
aku memang dicipta untuk tahan guncang
dan tak mempan dibakar api cemburu
Meski cuma beberapa kali kau lewat
anak-anak tanggaku menghafal suara langkahmu
“Mama…!” teriak mereka
tersamar oleh hempas sepatumu
========
Customer Service
“Dalam 8 jam tiap 6 hari dalam seminggu
berapa orang yang kamu temui?”
tanyaku pada Firda di balik laptop itu.
Lagi-lagi ia tersenyum
menampakkan gigi depannya yang sedikit miring.
“Tidak terhitung, Mas.” ucapnya.
Aku tidak tahu pasti
mana yang lebih penting baginya:
menjawab pertanyaanku
atau melakukan tugasnya, yaitu
memberi tahu bahwa kartu selularku tak bisa lagi diaktifkan
kerna telah lewat masa tenggang
dan mesti beralih ke paket pascabayar.
“Kalau Mas mau, ada paket termurah
harganya per bulan enam puluh ribu Rupiah.”
“Kalau memang mesti begitu, ya sudah.”
“Baik, tunggu sebentar, saya siapkan dokumennya.”
Ia menulis namaku di kertas
tanggal lahirku
alamat rumahku
nama ibuku
nomor telefonku.
“Konsekuensi dari yang tak terhitung adalah
akan banyak yang terlupakan.”
“Tidak juga. Saya ingat beberapa.”
“Oya?”
“Dua minggu lalu ada pria yang merayu saya.
Dia bilang saya cantik, dan sebagainya.”
“Mungkin dia bukan sedang merayu.
Dia hanya tidak sanggup untuk menyembunyikan kejujuran.”
Firda tersenyum malu.
“Dulu kamu kuliah apa?”
“Pemrograman Web, Mas.
Kuliah yang sebenarnya saya benci
kerna harus memperhatikan kode-kode tiap hari.”
“Pantas.”
“Pantas kenapa?”
“Peka betul pada kode-kode lelaki.”
Firda kali ini tertawa
mengundang perhatian
kawan-kawan customer service lainnya.
“Maaf, Mas.. Harusnya saya tidak tertawa.”
“Ya, aku tahu.
Dalam pekerjaanmu memang tidak ada yang lucu.”
Firda menempelkan meterai
menyodorkan kertas dan pena.
“Tanda tangan di sini, Mas.”
“Oke.”
Aku membubuhkan tanda tangan
dan menuliskan nama terang.
Sepanjang momen yang singkat itu
aku tahu
Firda mengamatiku.
“Kalau Mas dulu kuliah apa?”
“Sastra.”
“Pantas.”
“Pantas kenapa?”
Firda tidak menjawab.
“Tunggu sebentar ya, Mas.
Mohon nonaktifkan ponselnya.”
Firda meninggalkanku
melangkah ke sebuah ruangan
dan kembali dua menit kemudian.
“Sekarang ponselnya boleh diaktifkan.”
Aku menyalakan ponsel
menanti logonya berhenti berputar
“Sekarang coba Mas menelefon.” ucapnya
“Menelefon siapa?”
Mendengar pertanyaan itu
entah mengapa Firda tiba-tiba gelisah
ia menggigit bibir bagian bawah.
Kuduga ia menanti aku bertanya:
bolehkah aku menelefonmu saja?
Sayang, tapi aku tidak melakukannya.
“Sudah?”
“Sudah.”
Mata kami bertemu untuk kesekian kalinya
namun kali ini seperti tak rela
kerna harus menjadi yang terakhir.
“Terima kasih Mas telah berkunjung.
Beberapa menit lagi akan ada SMS dari 116
berisi survei tentang kualitas pelayanan saya.
Kalau Mas berkenan, silakan beri saya poin lima.”
Aku hanya tersenyum
berdiri, menjabat tangannya
dan berharap ia membaca mataku yang berkata:
aku akan memberimu poin sepuluh, jika perlu.
Dan dari matanya
aku membaca:
kamu takkan menjadi bagian dari yang kulupa.
=======
Di Tanah Negeri Ini Milikmu Cuma Tanah Air
bulan malam membuka mataku
merambati wuwungan rumah-rumah bambu
yang rendah dan yang miring
di muka parit yang suka banjir
membayanglah masa depanmu
rumah-rumah bambu
yang rendah dan yang miring
lentera minyak gemetar merabamu
pengembara o pengembara yang nyenyak
bulan malam menggigit batinku
mulutnya lembut seperti pendeta tua
mengulurkan lontaran nasibmu
o tanah-tanah yang segera rata
berubahlah menjadi pabrik-pabriknya
kita pun lalu kembali bergerak seperti jamur
liar di pinggir-pinggir kali
menjarah tanah-tanah kosong
mencari tanah permukiman di sini
beranak-cucu melahirkan anak suku-suku terasing
yang akrab dengan peluh dan matahari
di tanah negeri ini milikmu cuma tanah air.
========
Calon Penyair
“Anak nakal yang cengeng
mau jadi apa kau besar nanti?
Begundal melankolis
atau penjahat kelamin romantis?”
tanya seorang lelaki kepada
seorang bocah berairmata tengil itu.
“Penyair, Oom!”
jawab bocah itu
sembari mengusap airmata
dengan kepalan tinju.
Nah demikian lakh kumpulan puisi puisi yang keren,semoga dapat bermanfaat. Terimakasih

0 Komentar untuk artikel "20+ Contoh Kumpulan Puisi Terkeren Sepanjang Waktu"
Posting Komentar